November 18, 2009

Kisah ‘Si Tangan’

Posted in Uncategorized at 10:31 pm by Mrs. Ghifary

Ass.

Untuk pertama kalinya (kynya iya deh :-?) gw mw nulis postingan yg bukan tentang gw (maklumlah gw self-centered, liat aja tag blog ini :p).. Tapi ide ngepost cerita ini masih berdasarkan pengalaman pribadi sih.. Setelah gw menceritakan kisah ini kepada seorang teman di suatu hari, teman tersebut merasakan perubahan positif di kehidupannya (walau pake acara shock dulu, hehe).. Walaupuuun, waktu gw ceritain kisah ini gw ga ada niatan apa2 selain mengeluarkan apa yg terlintas di benak gw saat itu (which I always do), apalagi sampe merubah hidup seseorang (lebay-lol).. Pas gw cerita mw posting kisah ini di blog, dia pun setuju sama rencana gw itu.. Kata dia, “soalnya orang2 ‘sombong’ cem2 aku ini banyak di duniaaa”.. πŸ˜€

Buat yg rajin nonton ‘Mamah & Aa’ di Indosiar, mungkin udah familiar dengan cerita ini.. Kisah ini diceritakan oleh Mamah Dedeh di salah satu episode di acara tersebut.. Belakangan gw udah jarang nonton acara itu, kalah nih sama tidur ‘shubuh’ (parah memang -_-“).. Ok kita mulai saja ceritanya.. Redaksi jelas ga persis sama ya, tapi intinya sih ga berubah.. πŸ™‚

Suatu hari ada seseorang wanita(W) curhat sama Mamah Dedeh(MD).. Wanita itu bercerita tentang suaminya yang ringan tangan.. W pun bercerita bahwa dia sudah tidak tahan dengan perilaku suaminya tersebut.. Kemudian MD berkata,

“Ya sudah, bilang aja sama yang punya tangan”.

W menjawab, “Sudah Mah”..

MD bertanya, “Memangnya kamu sudah bilang sama siapa?”.

W berkata, “Saya sudah bilang sama suami saya untuk menghentikan perilakunya tersebut”.

MD berkata, “Memangnya tangan itu punya siapa?”.

W menjawab, “Suami saya”.

MD kembali berkata, “Bukan. Tangan suamimu itu milik Allah. Minta dan mengadulah kepada Allah yang memiliki tangan tersebut supaya tangan itu berhenti memukulimu. Tahajjud dan berdoalah pada Allah”.

Beberapa hari kemudian (kalau tidak salah hanya 3-4hari), wanita tersebut kembali curhat kepada MD. W berkata,

“Mah, terima kasih yaa. Setelah saya mengadu pada Allah suami saya berhenti memukuli saya lagi”.

MD bertanya, “Alhamdulillaah, suami ibu sudah insaf?”.

W menjawab, “Bukan Mah, suami saya kena DBD, masuk rumah sakit. Tapi alhamdulillah, melihat saya yang dia selama ini dia sakiti tetap mengurusnya di waktu sakit, suami saya minta maaf telah memukuli saya. Dan dia berjanji tidak akan memukuli saya lagi”.

Yah, begitulah sedikit ceritanya.. Gw ga akan bikin kesimpulan ataupun moral of the story.. Kalian dah pada pinter2 kan, yaa.. Mudah2an pada bisa nangkep maksudnya, syukur2 klo ada yang ikutan shock in a positive way.. πŸ˜‰

Wass.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: