August 13, 2010

“Memaknai Ramadhan”

Posted in Uncategorized at 11:17 pm by Mrs. Ghifary

Assalaamu’alaikum..

Kajian hari ke-3 Ramadhan 1431 H – Ustadzah Halimah A.

Ramadhan itu asal katanya berarti membakar. Ada dua makna di balik kata membakar. Pertama, karena di bulan ini kita membakar dosa2 kita. Kedua, karena dahulu ketika penetapan nama bulan Ramadhan untuk pertama kalinya, hari2 yang termasuk bulan Ramadhan kala itu tengah dilanda musim panas yang amat sangat.

Menurut ustadzah, Nabi Muhammad SAW tidak pernah sekalipun berdoa meminta panjang umur. Tapi manakala bulan Rajab telah datang, Rasulullah SAW selalu berdoa, “Ya Allah berkahilah hamba di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah hamba pada bulan Ramadhan”. Rasul pun pernah berkata, “Rajab adalah bulan Rabbku, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”. Ustadzah pun melanjutkan, beruntunglah kita yang masih dapat dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Karena banyak yang berharap bisa berada di bulan Ramadhan ini, tapi sudah terlebih dahulu dipanggil olehNya.

Ustadzah ini kemudian menceritakan tausiyah guru beliau, yang diberikan guru sang ustadzah ketika ba’da ashar hari terakhir di suatu Ramadhan. Di ba’da ashar itu, ustadzah dan teman2 asramanya sedang berkumpul dalam rangka menyambut kedatangan hari Idul Fitri keesokan harinya. Guru itu pun bertutur di depan murid2nya yang kurang lebih isinya sebagai berikut.

“Tahukah engkau, bahwa beberapa jam lagi engkau akan meninggalkan bulan yang penuh mulia. Bulan yang di dalamnya ibadah dilipatgandakan pahalanya hingga 1000kali, di mana satu rakaat shalat bernilai 1000 rakaat shalat, 1000rupiah sedekah bernilai 1jutasedekah, 1 dzikir tasbih bernilai 1000 dzikir, 1 ayat tilawah bernilai 1000 ayat tilawah. Dan dalam beberapa jam lagi perhitungan pahala ibadah akan kembali seperti sedia kala”.

“Tahukah engkau, bahwa beberapa jam lagi engkau akan meninggalkan bulan di mana setan2 dibelenggu. Dan dalam beberapa jam lagi setan akan kembali bebas”.

“Tahukah engkau, bahwa beberapa jam lagi engkau akan meninggalkan bulan penuh ampunanNya. Di mana seluruh pintu surga terbuka lebar untukmu dan seluruh pintu neraka tertutup rapat”.

“Tahukah engkau, bahwa beberapa jam lagi engkau akan meninggalkan bulan yang penuh hujan rahmat dan kasih sayangNya, yang tiada henti tercurah selama sebulan penuh”.

“Lantas mengapa kalian semua bersuka ria meninggalkan bulan ini, di mana dahulu di saat yang sama Nabi dan para sahabat berlomba2 memaksimalkan waktu2 akhir Ramadhan mereka?”.

Lalu sang ustadzah pun berkata, mari kita memaksimalkan Ramadhan, mumpung baru hari ke3.. Yang terutama dalam bulan Ramadhan adalah, jangan sampai membatalkan puasa. Kita dalam berpuasa harus maksimal. Karena puasa adalah untuk Allah. Allah lah yang meminta kita berpuasa untukNya. Analogi dari sang ustadzah adalah sebagai berikut. Kalau kita diminta masak untuk mertua, dibandingkan kita masak hanya untuk tujuan dimakan sendiri, pastilah masak buat mertua akan jauh lebih dipersiapkan, bukan? *eh nangkep kan? :D* Begitu juga dengan puasa, kita harus mempersiakan sebaik2nya karena puasa itu akan kita persembahkan kepada Allah. πŸ™‚ Nah kemudian apa yang bisa membatalkan habis pahala puasa kita (di samping hal2 yang membatalkan secara syariat)? Menurut beliau ada lima hal, yakni sebagai berikut:

1. Ghibah, membicarakan aib orang lain

2. Namimah, mengadu domba

3. Berbohong

4. Sumpah palsu

5. Melihat dengan syahwat

Oke deh sekian dulu, tampak sudah kepanjangan.. Mudah2n ga ada salah dalam penulisan kembali kajian ini.. Semoga bermanfaat.. πŸ™‚

Wassalaamu’alaikum..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: