August 23, 2010

Bersyukur tiada henti, bersyukur terus menerus.

Posted in Uncategorized at 11:10 pm by Mrs. Ghifary

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Mari kita rehat sejenak dari kajian2.. 😀 Eh ga deng, sesungguhnya masih mengkaji apa yang terjadi dalam hidup ini, tapi bukan berasal dari kajian dzhuhur saya selama ini, hehe.

Di post sebelumnya saya bercerita bahwa saya ikut pelatihan shalat khusyu. Yang ingin saya ceritakan di sini adalah kejadian di dalam pelatihan tersebut. Dalam pelatihan di mana para pesertanya bukan hanya berasal dari kantor saya sebagai panitia pelaksana pelatihan, saya berkenalan dengan dua orang muslimah berjilbab rapi, sebut saja namanya Putri dan Ayu *aduh maap yg kepikiran mendadak cuma ini :D, sungguh tidak kreatif saya ini (doh)*. Mba Putri seorang yang ramah dan suka berbicara banyak hal. Sedangkan Mba Ayu lebih banyak diam dan tersenyum manis.

Di antara banyak cerita yang disampaikan kepada saya, mba Putri pun sedikit menceritakan tentang mba Ayu, sesuatu yang cukup mengagetkan saya. Ternyata mba Ayu ini, sehari2nya ketika bekerja tidak menggunakan jilbab seperti halnya pakaian muslimah yang ketika itu ia pakai, dan sehari2 ia pakai di luar jam kerja. Spontan saya terkejut dan bertanya. Mba Putri pun menjelaskan, bahwa dalam manajemen tempat mba Ayu bekerja, tidak diperbolehkan menggunaan pakaian muslimah dan jilbab. Pegawainya harus memakai seragam yang sudah ditentukan, rok selutut serta kemeja dan blazer, rambut rapi agak pendek. Astaghfirullaah.

Sedih saya mendengarnya. Ingin rasa hati berujar, “mba, pindah aja dari tempat kerja mba”. Tapi saya rasa agak kurang sopan buat saya memberi saran sekenanya. Saya yang baru saja kenal dengannya, dan terlebih saya tahu cari kerja itu tidak mudah. Tapi bagaimanapun juga, menurut saya pribadi beliau sebaiknya pindah. Pertama, kita aja diminta untuk tidak mengikuti orang tua yang mengajak ke arah jalan yg jauh dari Allah, apalagi kalau `hanya` sekedar perusahaan tempat kita bekerja, bukan? Kedua, percayalah rejeki datangnya dari Allah. Ga usah takut ga punya rejeki kalau berhenti bekerja. Selama kita masih berusaha dan percaya kepadaNya, insya Allah rejeki akan didatangkan olehNya. Semoga mba Ayu tetap tabah dan bisa segera keluar dari masalah ini.

Mendengar cerita mba Ayu, saya hanya bisa bersyukur dalam hati atas nikmat yang Allah berikan. Karena nikmat dan karuniaNya lah, saya masih bisa mempertahankan identitas muslimah saya sampai detik ini. Walau saya tahu, tubuh yang Allah titipkan pada saya ini belum terhijab secara sempurna.  Namun tak henti harus hati ini bersyukur atas segala sesuatu, termasuk hal kecil yang mungkin selama ini tak pernah terlintas dalam pikiran, bersyukur atas ijinNya untuk saya menggunakan jilbab di setiap waktu. Kesempatan yang ternyata tidak dimiliki semua orang, bahkan bukan karena orang tersebut tidak mau, namun karena kondisi yang menghalanginya. Bersyukur Syva, bersyukur tiada henti, bersyukur terus menerus. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. 🙂

Wassalaamu’alaikum wr.wb.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: